Bocah berumur 20 bulan di Kamboja Menyusu Langsung dari Sapi

Written By Malim Sempurna on Senin, 12 September 2011 | 14.36

Tha Sophat 20 bulan Seorang pria berasal dari kamboja menyusu langsung dari sapi, dari berbagai sumber yang dihimpun "malimsonline" bahwa Tha Shophat telah lama tinggal bersama kakeknya dan memiliki kebiasaan aneh, dan jarang sekali kita dengar yaitu meminum susu langsung dari sapi. 

Um Oeum yang merupakan kakek Tha Sophat mengatakan bahwa cucunya mulai melakukan hal yang aneh ini setelah orang tuanya meninggalkan kampung untuk mencari pekerjaan pada bulan juli lalu. Kakeknya mengatakan tidak mempermasalahkan Tha Sophat menyusu langsung dari sapi, namun dia hanya mengkhawatirkan pada kesehatan cucunya saja. 





suber : Republika thejakartapost elu24.ee euronews.net dan lain-lain
14.36 | 0 komentar | Read More

Restaurant Terbang

Semakin lama umur dunia semakin canggih juga teknologi yang berkembang, kalau
selama ini kita melihat ada kapal terbang, piring terbang, mobil terbang dan lain-lain, maka kali ini malimsonline mengajak para pengunjung untuk melihat gallery restaurant terbang. 

Dinner in the Sky adalah salah satu restoran di Brussels yang menyediakan tempat makan untuk 22 orang. Tentu saja di ketinggian 150 kaki !! Tempat makan di design khusus untuk bisa diangkat menggunakan crane. Pengunjung bebas menentukan lokasi ketinggian yang diminati, asal jangan sampai menjatuhkan garpu dan pisau




Mau belanja klik gambar dibawah ini!!










09.33 | 0 komentar | Read More

Restaurant bawah laut

Written By Malim Sempurna on Minggu, 11 September 2011 | 18.17

Inilah Keindahan Restaurant bawah laut


Restoran bawah laut "Ithaa" berada di Hotel Conrad ,Kepulauan Maldives Rangali . Maldives / Maladewa adalah negara yang berlokasi sekitar 300 mil dari India dan Srilanka Kapasitas Maksimum adalah untuk 14 orang saja dan harus melakukan pemesanan tempat 2 minggu sebelumnya. Harganya pasti mantap dan terjangkau berkisar dari 120 dolar sampai 250 dolar per orang. Bagi yang ingin lebih tau tentang negara Maladewa klik http://id.wikipedia.org/wiki/Maladewa.
undersea restaurant

undersea restaurant
undersea restaurant
undersea restaurant

Untuk berbelanja atau sekedar survei klik gambar dibawah ini











18.17 | 0 komentar | Read More

Menata Keluarga dan Membatasi Keturunan

Menata Keluarga dan Membatasi Keturunan

Agama islam adalah agama yang sempurna, ajarannya mencakup seluruh segi kehidupan manusia. Sehingga kita tidak dapat memisah-misahkan satu dengan lainnya, baik dari sudut undang-undang uang menyangkut ibadah, politik, ekonomi, sosial maupun undang-yang mengatur keluarga.

Sejarah Lahirnya Istilah Pembatasan Keturunan..


  Istilah pembatasan keturunan secara resmi diproklamirkan pada abad ke-18 M. di Eropa, oleh Malthus dalam makalahnya yang berjudul “Pertambahan Penduduk dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Kemajuan Masa Depan” pada tahun 1798 M. Di Amerika juga muncul seorang dokter yang membawa ide pembatasan keturunan, yang bernama charies knotton. Di Indonesia juga telah berkembang istilah ini, tepatnya pada masa orde baru, namun tidak terlalu berhasil, disebabkan beberapa hal, diantaranya bertentangan dengan peraturan pemerintah no. 10.

            Pembatasan kehamilan bukanlah perkara yang baru, karena sebelumnya telah diperaktekkan oleh generasi terdahulu. Di Athena pembatasan kehamilan dilakukan dengan memakan ramuan-ramuan secara alami, di Jepang dengan menggunakan madu lebah dan anak lebah yang sudah mati dan di Afrika dengan kotoran unta.
           
            Lahirnya istilah pembatasan keturunan di Negara islam, merupakan hasil upaya dari Amerika dan Eropa. Dengan tujuan untuk menanggulangi krisis ekonomi yang sedang menimpa suatu bangsa tertentu, tanpa membedakan antara Negara maju, dan Negara berkembang. Pada awalnya, ide ini disebarkan secara tertutup, kemudian sedikit demi sedikit masuk ke negara-negara Islam. Ketika Israel dan Amerika Serikat menjajah Palestina, dengan mengusir penduduk serta merampas harta kekayaannya, kemudian mereka khawatir dan takut terhadap meningkatnya angka kelahiran ummat islam di palestina mereka mencetuskan ide pembatasan angka kelahiran, untuk memerangi ummat islam secara perlahan-lahan lewat perang idiologi. Mereka sengaja menyusupi ide pembatasan keturunan di sebagian negara-negara Arab, dengan membatasi anak cukup satu orang saja. Ide ini tidak hanya tersebar di negara-negara Arab saja, akan tetapi merambat ke negara-negara Islam lainnya, seperti Indonesia, Malaysia dan lain-lain. Kemudian timbul ide untuk membatasi anggota keluarga cukup dua orang anak saja.

            Di Indonesia sempat dikelurkan dalam Undang-undang yang menyatakan bahwa setiap pegawai negeri tidak boleh memiliki anggota keluarga lebih dari dua orang anak saja. Apabila lebih dari target, negara tidak menjamin kehidupannya.

            Berbagai macam alasan yang dikemukakan oleh kepala negara dalam mensosialisasikan program pembatasan kelahiran ini. Sebgaian negara melihat, bahwasanya pembatasan keturunan tersebut dapat membatasi krisis ekonomi dan krisis-krisis lainnya. Sedangkan sebagian negara yang lain melihat, semakin banyaknya angka kelahiran akan mengakibatkan semakin banyaknya sandang pangan, sempitnya lapangan kerja, semakin beratnya pemerintah dalam menangani krisis ekonomi yang berkepanjangan, dan mengentaskan kemiskinan yang tidak pernah selesai.

            Jika kita teliti di berbagai negara yang angka penduduknya paling banyak, seperti negera China, mereka tidak menerima ide pembatasan keturunan tersebut. Mereka beranggapan, bahwa krisis ekonomi tidak dapat diatasi dengan membatasi angka kelahiran, sebab yang sangat berpengaruh terhadap ekonomi adalah pengangguran dan korupsi besar-besaran. Sehingga China membuka hubungan perdaganan seluas-luasnya, dan memberikan peluang yang sangat besar kepada rakyatnya untuk bekerja dan mendirikan perusahaan-perusahan swasta, tanpa membayar pajak kepada negara. Oleh sebab itu, sekarang dapat kita saksikan kemajuan perdagangan dan produksi di China, sehingga dapat dinikmati oleh setiap rakyat. Kalau dulu-dulunya orang China berpetualang keluarga negeri untuk membela nasib mereka sebagai buruh kasar, namun akhir-akhir ini sebaliknya, mereka telah mampu mengekspor produk-produk mereka hampir ke seluruh Dunia. Sekarang bias kita saksikan, orang – orang Indonesia dan Bangladesh bekerja di Hongkong sebagai pembantu rumah tangga.

            Berdasarkan penilitian di atas, dapat kita renungkan betapa banyaknya. Jumlah penduduk China dibandingkan dengan penduduk Indonesia, namun China tidak sesulit Indonesia, karena China tidak sekorup Indonesia. Oleh karekan itu, pembatasan keturunan bukanlah solusi yang ampuh untuk mengatasi krisis ekonomi  yang sedang menimpa negara-negara ummat Islam.

Pengertian Pembatasan Kehamilan dan Tujuannya dalam Pandangan Islam

            Pemabasan keturunan ialah sepasang suami istri sepakat untuk membatasi masa kehamilan atau menghentikan kehamilan untuk sementara, baik dengan sengaja maupun disebabkan seorang istri menderita suatu penyakit, sehingga seorang dokter menganjurkan untuk menghentikan kehamilannya dalam beberapa waktu.

            Tujuannya ialah, untuk membatasi angka kelahiran, sehingga meringankan beban suami istri dalam mendidik dan membesarkan anak-anak mereka.  Sehingga anak-anak mendapatkan santunan dan perhatian sepenuhnya dari orang tuanya, tanpa kendala apapun baik dari segi materi maupun non materi.

            Membatasi kehamilan tidak sama halnya dengan aborsi, sebab terdapat perbedaan antara keduanya. Membatasi kehamilan untuk tidak dapat melahirkan sama sekali diharamkan oleh Islam, seperti menutup mulut rahim, membunuh seperma laki-laki atau wanita dan lain-lain. Sedangkan aborsi adalah membunuh janin dalam kandungan ibunya. Atau manggugurkannya. Hal terserbut diharamkan oleh Islam, kecuali setelah mendapat anjuran dari seorang dokter spesialis.  Mislanya, apabila kehamilannya tidak digugurkan akan menyebabkan kematian.

            Adapun menata atau membatasi keturunan yang dibolehkan oleh Islam ialah pasangan suami istri menunda kehamilan, karena kondisi ekonomi yang tidak mapan. Sebagaimna Imam Ghazali menjelasankan didalam Ihya Ulumuddin dalam ungkapannya : mengeluarkan mani setelah jima’ diluar rahim untuk menghalagi kehamilan, dalam hal ini ulama berbeda pendapat tentang boleh atau tidaknya, namun pendapat yang paling kuat ( Rajih) adalah dibolehkan.

            Sedangkan ulama –ulama kontemporer, seperti Syeikh Sayid Sabiq berpendapat, pembatasan kehamilan dengan mengeluarkan mani diluar rahim ketika jima’ atau dengan obat-obatan atau resep dokter, tidak dibolehkan oleh syari’at islam. Kecuali setelah mendapat anjuran dari seorang dokter yang terpercaya dan berpengalaman dalam bidang kehamilan, bahwasanya kehamilan tersebut dapat menyebabkan kurang stabilnya kesehatan atau dapat menyebabkan kematian seorang ibu, maka dalam kondisi seperti ini dibolehkan untuk menunda kehamilan.

            Pembatasan kehamilan juga terjadi, ketika seorang suami ditimpa krisis ekonomi (Miskin), belum memiliki penghasilan yang cukup dan lapangan kerja, sehingga tidak sanggup untuk menghidupi keluarganya. Namun hal ini akan menimbulkan kesenjangan social dan kurang percaya diri untuk mengerahkan segala kemampuan, sehingga setia terjadi problem selalu dikembalikan kepada taqdir tanpa berusaha dengan maksimal. Kata kata taqdir dalam ajaran Islam, bukanlah  alasan untuk hidup dilanda kemiskinan dan berpangku tangan dengan alasan sudah ditaqdirkan seperti itu. Sebenarnya akidah Islam tidak bertentangan dengan upaya mencari solusi dengan menggunakan sarana dan kesempatan yang ada, sebab taqdir adalah rahasia Allah SWT. Dalam sebuah Hadits, Rasulullah SAW. Bersabda yang artinya: Sesungguhnya Allah telah menetapkan nasib seluruh makhluk(taqdir) 500.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, lalu para sahabat bertanya: Apakah kami boleh untuk tidak berusaha Ya Rasulullah? Sebab semuanya telah ditaqdirkan? Rasulullah menjawab: Berusalaha, sesungguhnya ditantara kamu ditetapkan untuk berbuat kebajikan untuk memudahkan masuk ke syurga dan diantara kamu ditaqdirkan untuk berbuat kejahatan dan dimudahkan jalan masuk ke neraka.

            Sebenarnya pembatasan keturunan bukanlah satu-satunya solusi untuk mengantisipasi krisis ekonomi,  dengan alasan semakin padatnya penduduk semakin banyak pula keperluan dan semakin sempitnya lapangan kerja, anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah.

Solusi Untuk Mengatasi Krisis Ekonomi

            Setiap individu mengambil bagian masing-masing sesuai dengan propesinya sebelum ia dibebani dengan tanggung jawab berumah tangga. Sehingga pembangunan masyarakat sudah tertanam didalam jiwa. Semenjak lahir kepermukaan bumi ini, karena berpangku tangan mengakibatkan hancurnya moral serta maraknya pencurian dan pelacuran.

            Islam telah mengajarkan kita untuk tidak berpangku tangan dan bermalas-malasan, karena pada hakikatnya Islam selalu mengajak ummatnya untuk berkarya dan berusaha didalam berbagai bidang  yang disanggupinya. Sehingga perubahan dapat dirasakan oleh setiap generasi secara menyeluruh, dengan menanamkan rasa tanggung jawab yang penuh terhadap kemajuan bangsa didalam diri masing-masing. Sebab bermalas-malasan dan pangku tangan tidak akan memberikan solusi apa-apa untuk merubah nasib dan melepaskan diri dari belenggu krisis ekonomi yang berkepanjangan, cukuplah kita mengulas kandungan firman Allah dalam Al-Quran dalam surah Ar-Ra’d ayat 11.

إن لله لا يغير ما بقوم حتي يغيروا ما بأنفسهم ..... (الرعد: 11)

Artinya : Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka sendiri yang mengubahnya ( QS : Ar-Ra’d) 11.

Sarana yang digunakan untuk membatasi keturunan

            Sarana yang digunakan untuk membatasi kehamilan pada zaman rasulullah SAW. Lebih simpel dan lebih kecil resikonya daripada yang digunakan pada zaman sekarang, karena sarana pada yang digunakan pada zaman Rasul adalah secara alami, yaitu al-‘azlud(mengeluarkan mani diruar rahim wanita ketika jima’). Sebagaimana hadits Rasul yang dikeluarkan oleh imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdilllah, Rasulullah bersabda :



Artinya : Kami melalukan ‘azlu ( mengeluarkan mani diluar rahim ketika bersenggama) sedangkan masih diturunkan.

            Dalam riwayat Imam Bukhari terdapat tambahan dari hadits diatas yang artinya terdengarlah berita tersebut kepada Rasulullah SAW. Namun Rasulullah tidak melarang kami. Didalam shahih imam Muslim juga terdapat tambahan yang artinya : seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW. Lalu bertanya Ya Rasulullah saya melalukan ‘azlu dengan istriku, Rasulullah bertanya kenapa kamu melakukan hal demikian? Laki-laki tersebut menjawab : saya sayang terhadap anaknya,  lalu Rasul berkata: sekiranya ‘azlu (mengeluarkan mani diluar rahim ketika jima’) berbahaya, sungguh bahaya tersebut telah menimpa bangsa paris dan romawi.

            Imam Ghazali menjelaskan motivasi melakukan ‘azlu yaitu untuk mengantisipasi ke khawatiran seseorang karena banyak anak akan menambah beban dan banyak kesulitan yang dihadapi dalam rumah tangga atau untuk mempertahankan kecantikan istrinya serta menjaga agar istrinya tetap awet muda. (Dalam Kitab Imam Al-Ghazali op.cit jilid 2 hal 53.

            Pada zaman sekarang kita tidak membutuhkan sarana penghalang kehamilan yang lama sebab kita telah menemukan penangkal yang baru dan lebih ampuh yaitu sebagai berikut:

  1. Cara Alami yaitu :
Pantang berkala
Puasa Senggama
Senggma berkala

2.       Cara  Hambatan ( Barrier) dan spermicida :
          Kondom Pria
          Kondom Wanita
          Diaphragma
          Intaravag

3.       Kontrasepsi hormonal :
          Pil
          Suntikan
          Susuk KB ( Implant )
          Cincin Vagina

4.       Alat kontrasepsi dalam rahim ( AKLR ) (Intrauterina Devices):
          Generasi Pertama : dari bahan polyethylene (plastik)
          Generasi Kedua : Dari tembaga, mengandung hormone progestin dan zat kimia lain

5.       Kontarsepsi mantap ( Tubektomi dan Vasektomi)

            Sarana anti kehamilan yang digunakan pada zaman sekarang tidak bertentangan dengan syari’at Islam dan bukan merupakan perkara yang baru. Allah Swt. memberikan akal kepada manusia, agar mereka mencari solusi-solusi yang dapat mewujudkan maslahat dalam kehidupan mereka didunia ini. Oleh sebab itu, kita perlu meneliti dan mengkaji apakah pembatasan kehamilan dapat mewujudkan keharmonisan masyarakat atau malah sebaliknya.

             Allah Swt. telah memberikan kekuatan akal, untuk menata dan memikirkan masa depan keluarga dan bangsa. Dan Islam menganjurkan kepada kita untuk mengelola sumber daya alam dan memberdayakan sumber daya manusia, sehingga krisis ekonomi tidak akan pernah muncul di tengah-tengah kita. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:



Artinya : dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara demekian.

           Berdasarkan kandungan ayat di atas dapatlah kita simpulkan bahwasanya  menata keluarga di dalam Islam  dengan menjarangkan angka kelahiran bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi krisis ekonomi. Islam menganjurkan untuk menata perekonomian, dengan bekerja dan melahirkan karya-karya yang handal dan persiapan ekonomi yang matang sebelum berumah tangga. Sehingga kita mempunyai modal dalam menjalani kehidupan dan generasi-generasi setelah kita dapat mengecap kehidupan yang makmur dan sejahtera. Dalam sebuah hadits Rasul bersabda:


Artinya: meninggalkan keluargamu dalam keadaan kaya lebih baik, dari pada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, mengadu nasib kepad manusia dengan mengemis.

          Tujuan menata keluarga ialah untuk mewujudkan generasi-generasi yang handal dan tekun, agar dapat meraih masa depan yang cerah dan gemilang. Apabila kita tidak memperhatikan pendidikan, pergaulan dan lapangan kerja mulai dari sekarang, generasi yang akan datang akan mengalami kecemasan dan kesulitan dalam menjalani kehidupan. Sebab mereka akn hidup di bawah garis kemiskinan, mengalami krisis pendidikan, krisis akhlak yang pada akhirnya akan berdampak kepada krisis ekonomi besar-besaran di dalam sebuah negara.

          Islam sangat menganjurkan untuk memperbanyak keturunan, dengan ketentuan memikirkan kebutuhan generasi tersebut, baik dari segi sandang pangan, pendidikan dll. Namun apabila kita tidak mampu memperhatikan pendidikan, ekonomi dll, maka Islam tidak menganjurkan untuk memperbanyak anak(keturunan). Karena akan mengakibatkan berbagai macam perkara-perkara negatif, seperti lahirnya generasi yang lemah dari seluruh segi, sempitnya lapangan kerja dan banyaknya pengangguran.

          Oleh karena itu ide pembatasan keturunan akan diterima oleh Islam, dengan konsekwensi yang benar tanpa melangkahi dasar-dasar Agama dan penuh dengan tanggungjawab.

            Apabila perkara-perkara diatas dapat diwujudkan dan sarana-sarana yang mengarah kearah kemajuan sangat mapan, maka Islam menganjurkan untuk melakukan poligami (menikah lebih dari satu) dan memperbanyak keturunan, sesuai sebuah hadits yang dikeluarkan oleh imam Tirmizi dll, yang artinya : Berpoligamilah dan perbanyaklah keturunan, sesungguhnya Aku bangga pada hari qiamat dengan banyaknya umat Islam. Yang dimaksud dengan banyak disini ialah, melahirkan generasi yang handal, berkualitas dan memiliki semangat yang tinggi dalam memikirkan masa depan bangsa bukan generasi yang kerjanya hanya berpangku tangan, bermalas-malasan dan pasif, persis seperti buih di lautan, banyak tapi centang-perenang, banyak tapi terpecah belah, banyak tapi tidak jelas arah dan tujuannya.

         Fenomena penataan keturunan merupakan tugas penting bagi umat, untuk mengatasi berbagai kesenjangan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Penekanannya adalah, mulai dari sekarang kita harus membenahi diri untuk menanggulangi krisis ekonomi dan moral yang sedang menimpa masyarakat kita dewasa ini, dengan menggunakan kesanggupan yang kita miliki, sehingga terwujudlah kehidupan yang berpendidikan dan bermoral sesuai dengan tuntutan Islam.

  Diambil dari buku Tgk. Iskandar. Lc

DAFTAR REFERENSI

-          Al-Qur’an dan Terjemahannya
-          Imam Bukhari, Shahih Bukhari
-          Imam Muslim,  Shahih Muslim
-          Imam ``A`l-`Ghazali, Ihya’ Ulumuddin
-          Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy, Masalah Tahdid An-Nasli Wiqayatan Wa’ilajan



11.22 | 0 komentar | Read More

Nama Masjid Ini Unik ( Anggap Saja Saya Sudah Makan )

Bentuknya boleh sederhana, namun jamaah sudah berdatangan dari penjuru desa sebelum waktu shalat masuk

Mungkin kita tak percaya jika tidak melihat faktanya. Seorang yang tidak kaya, bahkan tergolong miskin, namun mampu membangun sebuah Masjid di Turki. Nama masjidnya pun paling aneh di dunia, yaitu “Shanke Yadem” (Anggap Saja Sudah Makan). Sangat aneh bukan? Dibalik Masjid yang namanya paling aneh tersebut ada cerita yang sangat menarik dan mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita.


Ceritanya begini :

Di sebuah kawasan Al-Fateh, di pinggiran kota Istanbul ada seorang yang wara’ dan sangat sederhana, namanya Khairuddin Afandi. Setiap kali ke pasar ia tidak membeli apa-apa. Saat merasa lapar dan ingin makan atau membeli sesuatu, seperti buah, daging atau manisan, ia berkata pada dirinya: Anggap saja sudah makan yang dalam bahasa Turkinya “ Shanke Yadem” .

Nah, apa yang dia lakukan setelah itu? Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli keperluan makanannya itu dimasukkan ke dalan kotak (tromol)… Begitulah yang dia lakukan setiap bulan dan sepanjang tahun. Ia mampu menahan dirinya untuk tidak makan dan belanja kecuali sebatas menjaga kelangsungan hidupnya saja.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun Khairuddin Afandi konsisten dengan amal dan niatnya yang kuat untuk mewujudkan impiannya membangun sebuah masjid. Tanpa terasa, akhirnya Khairuddin Afandi mampu mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid kecil di daerah tempat tinggalnya. Bentuknyapun sangat sederhana, sebuah pagar persegi empat, ditandai dengan dua menara di sebelah kiri dan kanannya, sedangkan di sebelah arah kiblat ditengahnya dibuat seperti mihrab.

Akhirnya, Khairuddin berhasil mewujudkan cita-ciatanya yang amt mulia itu dan masyarakat di sekitarnyapun keheranan, kok Khairuddin yang miskin itu di dalam dirinya tertanam sebuah cita-cita mulia, yakni membangun sebuah masjid dan berhasil dia wujudkan. Tidak bayak orang yang menyangka bahwa Khairud ternyata orang yang sangat luar biasa dan banyak orang yang kaya yang tidak bisa berbuat kebaikan seperti Khairuddin Afandi.

Setelah masjid tersebut berdiri, masyarakat penasaran apa gerangan yang terjadi pada AKhiruddin Afandi. Mereka bertanya bagaimana ceritana soerang yang miskin bisa membangun masjid. Setelah mereka mendengar cerita yang sangat menakjubkan itu, merekapun sepakat memberi namanya dengan: “Shanke yadem” (Angap Saja Saya Sudah Makan).

Subhanallah! Sekiranya orang-orang kaya dan memiliki penghasilan lebih dari kaum Muslimin di dunia ini berfikir seperti Khairuddin, berapa banyak dana yang akan terkumpul untuk kaum fakir miskin? Berapa banyak masjid, sekolah, rumah sakit dan fasilitas hidup lainnya yang dapat dibangun? Berapa banyak infra struktur yang dapat kita realisasikan, tanpa harus meminjam ke lembaga dan Negara yang memusuhi Islam dan umatnya?

Jamah yang melimpah, tanda keberkahan dan amal sholeh dari harta yang halal dan bersih

Kalaulah kaum Muslimin saat ini memiliki konsep hidup sederhana dan mementingkan kehidupan akhirat dan mengutamakan istana di syurga ketimbang rumah di dunia, seperti yang dimiliki Khairuddin Afandi, pastilah umat ini mampu meninggalkan yang haram dan syubhat dalam hidup mereka. Mereka pasti mampu mengalahkan syahwat duniawi yang menipu itu. Sebagai hasilnya, pastilah negeri-negeri Islam akan berlimpah keberkahan yang Allah bukakan dari langit dari bumi. Kenyataannya adalah sebaliknya.(Q.S. Al-A’raf / 7 : 96) Maka ambil pelajaranlah wahai orang-orang yang menggunakan akal sehatnya!

Dari buku “Keajaiban Sejarah Ustmani”, oleh : Ust. Urkhan Mohamad Ali


11.13 | 2 komentar | Read More

Islam di Korea

Muslim Korea dalam peta sejarah

Perkembangan Islam di Korea memang tidak mudah. Didominasi oleh agama Budha dan Konfusius, juga cepatnya perkembangan agama Nasrani, muslim korea hanya sekitar 40 ribu saja ditambah 100 ribu muslim pendatang. Jumlah itu terlihat sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Korea yang mencapai 40 juta jiwa. Belum lagi dominasi budaya yang jauh dari nilai-nilai Islam membuat muslim Korea benar-benar harus berjuang dalam dakwah.
Pertalian sejarah antara muslim Arab dengan orang Korea sendiri berawal dari abad ke-7. Saat Arab Muslim sering berdagang ke wilayah Cina. Saat itu pula, pedagang Arab mengunjungi Korea yang saat itu dikuasai oleh DinastiShilla. Walaupun tak nampak bukti ada kegiatan yang bersifat relijius, namun hubungan dagang antar muslim Arab dengan Dinasti Shilla berlangsung cukup baik.
Abad ke-11, Dinasti Koryo mula intensif melakukan hubungan dagang dengan Arab muslim. Raja Koryo waktu itu memberi keleluasaan bagi para pedagang muslim itu untuk tinggal di Korea dan dipersilahkan membangun masjid yang disebut Ye-Kung dan para imamnya disebut Doro. Namun di masa Dinasti Chosun, muslim Korea mengalami kesulitan karena dinasti tersebut menolak heterogenitas dan budaya yang berbeda dan memutuskan untuk menutup diri dari asimilasi budaya luar. Muslim Korea pun secara bertahap melebur ke dalam budaya Korea sehingga sulit ditemui jejak perkembangan Islam di sini.
Islam kembali hadir berabad-abad kemudian. Sekitar tahun 1920, Tentara Muslim Turki melarikan diri dari Revolusi Bolshevik di Rusia ke Korea. Sekitar 200 muslim meminta suaka ke Korea. Mereka di sana membentuk satu komunitas Mahall-i Islamiye dimana mereka hidup dengan nyaman sebagai satu masyarakat muslim.
Mereka juga banyak membangun madrasah dan membangun pekuburan muslim di pinggiran Kota Seoul. Namun, tak lama setelah terjadi pemisahan antara Korea Utara dengan Korea Selatan tahun 1945, mereka mulai beremigrasi ke USA, Kanada, Australia dan Turki. Hanya ada satu dua muslim yang tetap tinggal.
Tentara Turki kembali memegang peranan penting dalam perkembangan Islam di negara ini. Selama Perang Korea (1950-1953), pasukan perdamaian Turki saat itu melakukan dakwah Islam yang cukup intensif. Dipimpin oleh Abdulgafur Karaismailoglu, tentara Turki mendakwahkan Islam pada publik Korea dengan melakukan semacam kuliah umum.


KMF sebagai lembaga dakwah Korea

Generasi pertama yang tercatat sebagai muslim karena dakwah para tentara Turki itu adalah Abdullah Kim Yu-do dan Umar Kim Jin-kyu. Agar pembelajaran Islami lebih mudah para mualaf tersebut membentuk Masyarakat Islami Korea (KIS) tahun 1955. Hampir tiap pekan mereka mengadakan diskusi mengenai Islam dan mengundang tokoh-tokoh Islam. Setahun kemudian berdirilah Madrasah Chung Jin yakni sekolah di tenda-tenda militer untuk anak-anak tak mampu. Tahun 1959 Umar Kim dan Sabri Suh Jung–kil berkeliling ke negara-negara muslim untuk meminta dukungan terhadap perkembangan dakwah di Korea Selatan. Sehingga berdirilah Federasi Muslim Korea (KMF) tahun 1965.
Pendirian KMF sebagai lembaga dakwah adalah untuk membangun pondasi Islam di Korea. Kegiatan dakwah yang dilakukan KMF antara lain kursus Bahasa Arab dan Inggris, juga beberapa bahasa negara Islam lain seperti Malaysia, Indonesia, Iran dan Turki. Kemudian Sekolah Al Qur’an tiap minggu untuk anak muslim. Serta mengadakan seminar tentang isu-isu hangat yang terjadi di dunia Islam. KMF juga menyediakan jasa konsultasi dan kesehatan pada para pekerja imigran muslim serta memberi informasi masjid atau mushala terdekat di seluruh Korea.
Ada beberapa sub komite dalam KMF. Misalnya saja Asosiasi Muslim Korea (KMA). Kegiatan di bawah KMA berupa Klub Remaja, Klub Pelajar, Klub Muslimah dan Klub Senior yakni lebih pada saling mempererat silaturahmi antar sesama muslim. Selain KMA ada pula Asosiasi Pelajar Muslim Korea (KMSA). Organisasi yang masih di bawah KMF ini mendakwahkan Islam lewat seminar, Kemah Pelajar, dan Kemah Kepemimpinan untuk Pelajar.
Ada pula Institut Budaya Islam Korea (KIIC) yang dibangun pada tahun 1997. Lembaga ini berfungsi sebagai tempat untuk meluruskan pemahaman yang salah terhadap Islam serta aktif membuat buku-buku Islam ke dalam bahasa Korea agar mudah diterima masyarakat negeri ini. Ke depannya KMF bercita-cita menyediakan tanah makam khusus muslim dan berencana mendirikan Universitas Islam Korea (KIU) yang sedang dalam proses pengerjaan.


Muslim Korea di tengah kesalahpahaman

Dapat dibayangkan betapa sulitnya menjalankan agama Islam di negeri Kimchi (sayuran yang diasinkan) ini. Di sana memakai hijab saja sudah menjadi pusat perhatian. Hal ini tentu berbeda dengan sejumlah negara Eropa atau USA dimana orang berhijab berlalu lalang pun sudah tidak begitu asing. Singkatnya, masyarakat Korea tidak banyak mengetahui apa itu Islam dan muslim.
Tak heran jika sejak persitiwa 11 September banyak masyarakat Korea yang mencari info tentang Islam. “Banyak masyarakat Korea yang mengunjungi masjid kami untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka tentang Islam dan kami mulai memberikan kuliah terbuka setiap minggu,” kata Abdul Raziq Sohn, Presiden KMF. Masjid yang sering dikunjungi adalah Seoul Central Mosque, di Seoul.
Hal ini diiyakan oleh Raja Saifull Ridzuwan, Sekretaris Kedutaan Malaysia di Seoul. “Kadang saya dihidangkan daging babi padahal orang Korea itu tahu saya muslim, “sesalnya. Ridzuwan menyatakan banyak orang Korea yang tidak tahu mengenai hal ini. Mereka juga sulit memahami budaya dan agama dari negara lain, tambahnya.
Hal lain yang cukup serius adalah sulitnya bagi anak muslim untuk sekolah.”Anak muslim menemui kesulitan untuk masuk ke sekolah dasar dan menengah karena mereka diperlakukan seperti mahluk asing hanya karena mereka muslim,” ujar Kim Hwan-yoon, Direktur Audit dan Pengawasan KMF.
Di sekolah Korea makanan halal menjadi hal yang aneh. Akhirnya, murid-murid muslim dikucilkan dari pergaulan sekolah. “Jika muslim masuk ke sekolah internasional, masalahnya tetap ada karena kebanyakan sekolah didirikan oleh Yayasan Kristen,” ucapnya. Hal ini membuat muslim Korea semakin teguh memegang agamanya dan berusaha membuat sekolah Islam agar muslim bisa bersekolah dengan tenang. Perlunya sekolah Islam ini sudah menjadi perhatian KMF. Kini mereka tengah bergiat mewujudkan rencana tersebut.
Dakwah semakin gencar dilancarkan tahun 2004. Saat itu keadaan sempat memanas tatkala penerjemah Korea Kim Sun-il tewas dibunuh di Irak. Saat itu di Seoul Central Mosque, banyak mendapat ancaman lewat telepon dan beberapa orang sempat datang mengintimidasi sehingga terpaksa pengurus masjid minta penjagaan dari polisi. Semangat dan doa dari muslim Korea akan membuktikannya.
Dakwah semakin gencar dilancarkan tahun 2004. Saat itu keadaan sempat memanas tatkala penerjemah Korea Kim Sun-il tewas dibunuh di Irak. Saat itu di Seoul Central Mosque, banyak mendapat ancaman lewat telepon dan beberapa orang sempat datang mengintimidasi sehingga terpaksa pengurus masjid minta penjagaan dari polisi.
Apa yang dibutuhkan oleh muslim Korea sebenarnya tidak banyak, mereka berharap Masyarakat Korea memahami dan tidak mengusik kehidupan beragama mereka dengan sebutan teroris dan lainnya. ”Saya berharap masyarakat mengerti dasar-dasar agama yang kami anut. Kami dengan senang hati menerima kunjungan masyarakat non muslim Korea yang tertarik pada Islam untuk mengunjungi masjid kami dan melihat sendiri betapa damai agama ini,” harap Jeong Jin-soo.
Memang banyak pakar yang mengakui bahwa Islam akan berkembang di Korea. Namun, mereka memprediksi Islam akan mengalami benturan budaya dengan adat istiadat setempat yang mengutamakan kelompok, melakukan praktik budaya politeisme (menuhankan banyak benda),yang akrab dengan seju (minuman alkohol khas Korea), dan daging babi sebagai hidangan sehari-hari.
Sebagai muslim, hidup mereka akan sulit beradaptasi dalam pergaulan masyarakatnya. Sehingga Islam, diramalkan tak akan pernah menjadi agama yang berkembang pesat dan sulit menjadi agama terbesar di Korea. Tapi, sekali lagi itu hanya sebatas catatan manusia. Waktu, semangat dan doa dari muslim Korea akan membuktikannya.


10.11 | 0 komentar | Read More

Me

Foto saya
Malim Sempurna Berasal dari Lae Mate, Kota Subulussalam - Aceh. Selama 5 tahun belakangan ini telah menetap di Mesir Okotober 2005 - sekarang

Pengikut

Sila Komen